Saturday, January 23, 2010

Menopause

Menopause merupakah hal alami yang akan terjadi pada wanita, meskipun tidak tertutup kemungkinan kalau kaum pria juga bisa mengalami menopause. Perbedaan menopause pada laki-laki dan perempuan terletak pada mekanisme hormonal.

Pada wanita, ketika menopause, kadar estrogen dalam tubuhnya berkurang drastis, sedangkan pada laki-laki produksi testosteronnya juga mengalami penurunan, tetapi tidak sedrastis penurunan hormon wanita.

Pada umumnya wanita mengalami menopause pada akhir usia 50 tahunan. Pada usia tersebut menstruasi pada wanita sudah berhenti sama sekali.

Tanda-Tanda
  1. Munculnya gejala peralihan berupa keluarnya darah dari vagina dan perdarahan ini berlangsung secara tidak teratur.
  2. Mengalami hot flush atau rasa panas, mulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Rasa panas ini sering disertai dengan warna kemerahan pada kulit dan tubuh mengeluarkan keringat pada malam hari. Perasaan ini bisa berlangsung selama 30 detik sampai dengan beberapa menit. Penyebab rasa panas ini diduga akibat adanya perubahan jumlah hormon estrogen yang bisa memengaruhi beberapa fungsi tubuh yang dikendalikan olehnya. Pada sekitar 80% wanita, gejala ini akan menghilang dalam 5 tahun dan sisanya akan terus mengalami gejala tersebut hingga 10 tahun ke depan.
  3. Mulai terjadi perubahan pada vagina, yaitu vagina mengering dan kurang elastis akibat kadar estrogen yang menurun. Selain itu, muncul rasa gatal pada vagina dan rasa sakit ketika berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga membuat wanita menopause lebih mudah mengalami infeksi vagina.
  4. Uretra (saluran kencing) mengering dan berkurang keelastisannya sehingga menyebabkan wanita menopause mudah terkena infeksi saluran kencing dan membuatnya selalu kencing dan mengompol.
  5. Mudah mengalami gejala emosional, seperti mudah marah dan perubahan mood yang berlangsung sangat cepat. Selain itu, wanita menopause j’uga mulai mengalami masalah daya ingat dan kelelahan mental.
  6. Menumpuknya lemak pada bagian pinggul dan perut.
  7. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.

Penyebab
  1. Usia lebih dari 40 tahun.
  2. Berkurangnya produksi hormon estrogen secara drastis pada wanita.

Pencegahan

Menopause merupakan kejadian alami yang terjadi pada wanita, sama seperti menstruasi. Menopause tidak dapat dicegah, tetapi gejala-gejala penyertanya bisa diatasi dengan terapi sulih hormon.

Menstruasi

Menstruasi atau haid adalah keluarnya darah dari dalam rahim melalui vagina. Darah ini keluar sebagai akibat dari meluruhnya lapisan dalam rahim yang mengandung pembuluh darah serta sel telur yang tidak dibuahi.

Menstruasi ini akan datang secara teratur setiap bulan. Normalnya, setiap wanita pasti akan mengalami proses ini, meski waktu menstruasi pertama kali serta lamanya menstruasi pada setiap wanita itu berbeda-beda.

Siklus menstruasi yang normal bisa terjadi selama 21-35 hari. Oleh karena itu, jika siklus menstruasi pada seorang wanita tidak teratur, biasanya ada gangguan terhadap organ reproduksinya.


Lamanya menstruasi pada tiap wanita juga tidak sama, tapi rata-rata terjadi selama 3-8 hari. Jika sudah lebih dari 14 hari darah menstruasi belum berhenti, kemungkinan itu merupakan darah penyakit.

Sebelum menstruasi, kadang-kadang wanita juga akan mengalami Premenstrual Syndrome atau PMS. Ini disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi di dalam tubuhnya. Bahkan ada pula yang rutin mengalami sakit perut atau kram perut sebelum ia mengalami menstruasi.

Untuk mengurangi rasa sakit akibat menstruasi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, misalnya:
  1. Kompres bagian perut atau punggungyangterasa sakit dengan botol berisi air panas.
  2. Mandi dengan air hangat. Bisa juga menambahkan aromaterapi ke dalam air mandi sebagai salah satu upaya untuk merelaksasi tubuh.
  3. Minum minuman hangat yang banyak mengandung kalsium.
  4. Gosok bagian yang sakit dengan minyak kayu putih atau balsam.
  5. Untuk membantu relaksasi, lakukan posisi menungging agar rahim tergantung ke bawah.
  6. Sering-sering menarik napas panjang.

Menyusui

Menyusui merupakan suatu proses untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya. Prosesnya dilakukan dengan cara mengalirkan ASI langsung ke mulut bayi melalui puting susu. ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi.

ASI mudah dicerna bayi dan mampu mengurangi dampak reaksi alergi. ASI juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. ASI yang pertama kali keluar dari puting payudara ibu disebut dengan kolostrum.

Kolostrum biasanya keluar pada saat awal melahirkan. Kolostrum mengandung banyak antibodi dan bahan-bahan perlindungan lain yang secara terus-menerus mampu menolong bayi untuk memerangi infeksi dan menghalau rasa sakit dan penyakit.

Kolostrum juga mengandung lebih banyak protein dan kalori daripada ASI biasa, sehingga membantu mengurangi terjadinya infeksi telinga dan diare pada bayi.

Komposisi ASI dibuat khusus oleh tubuh ibu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi yang unik. Kandungan ASI tidak hanya berubah setiap jam dalam sehari, tetapi juga disesuaikan dengan pertumbuhan bayi sampai bayi berkenalan dan mulai mengonsumsi makanan padatnya.

Keuntungan Menyusui
  1. Selama ini banyak berkembang mitos tentang pengaruh pemberian ASI pada bayi dengan bentuk payudara ibu. Oleh karena takut bentuk payudaranya menjadi buruk, sehingga tidak menarik lagi, maka banyak wanita akhirnya memutuskan untuk memberikan susu botol kepada anaknya. Padahal sebenarnya dengan menyusui, tubuh ibu akan lebih cepat kembali ke bentuknya semula karena menyusui memicu kontraksi yang mengembalikan rahim ke ukuran normal.
  2. Mengurangi risiko kanker payudara, kanker saluran kencing, kanker rahim, dan osteoporosis. Semakin lama seorang ibu menyusui bayinya, semakin kecil risiko ibu terserang penyakit tersebut.
  3. Membantu menurunkan depresi yang sering dirasakan oleh para ibu pasca melahirkan.
  4. Meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi.
  5. ASI selalu tersedia dan tidak membutuhkan persiapan dalam pemberiannya seperti susu formula.
  6. Penghematan karena ibu tidak perlu membeli susu formula.
  7. Semasa menyusui, ibu harus mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang kandungan gizinya. Seorang ibu menyusui membutuhkan tambahan energi sebanyak 500 kalori setiap harinya.

Oleh karena itu, untuk menghindari kelaparan ketika menyusui, sebaiknya ibu menyediakan minuman dan makanan camilan yang sehat di samping tempat menyusui, sehingga ibu tidak perlu repot mencari makanan tersebut. Untuk mengganti cairan yang hilang selama menyusui, ibu juga harus memperbanyak minum air putih.

Masalah-Masalah yang Muncul Berkaitan dengan Menyusui


1. Puting susu bengkak


Semasa menyusui, seorang ibu mungkin pernah merasakan puting susunya bengkak. Sebagai upaya pencegahan, sebaiknya ibu harus menjaga agar puting susunya tetap kering. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah puting susu membengkak.
  • Jika ibu biasa menggunakan alas bra untuk menampung tetesan ASI, sebaiknya ganti sesering mungkin agar kulit sekitar payudara tetap kering. Hindari penggunaan alas bra yang terbuat dari plastik supaya udara tetap bisa mengalir dan menyentuh kulit ibu.
  • Segera ganti bra jika basah.
  • Sesekali tidak perlu mengenakan bra di antara waktu menyusui dan kenakan pakaian yang longgar, sehingga udara bisa mengalir bebas ke payudara.
  • Memilih pakaian, bra, dan alas bra yang terbuat dari katun dan menghindari pakaian yang terbuat dari serat buatan.
  • Mengoleskan krim untuk puting susu empat kali sehari.
  • Membiasakan mandi dengan air hangat dan tidak menggunakan sabun untuk daerah puting karena busa sabun menyebabkan puting menjadi kering.

Jika puting susu ibu sudah bengkak atau luka, berikut ini adalah hal yang perlu dilakukan:
  • Meningkatkan frekuensi menyusui, tetapi memperpendek durasinya untuk mengurangi kekuatan isapan bayi.
  • Memulai menyusui dari puting yang tidak terlalu bengkak agar ASI terkumpul di payudara yang putingnya bengkak. Jadi, ketika bayi pindah ke payudara yang sakit, isapannya sudah melemah. Ibu harus menyusui secara berganti-ganti dari payudara kanan ke kiri supaya ASI tidak menumpuk pada satu payudara saja.
  • Mengeluarkan sedikit ASI sebelum anak menyusu sehingga ASI bisa mengalir lebih lancar dan bayi tidak perlu mengisap terlalu keras.
  • Tidak menarik payudara sebelum bayi selesai mengisap. Untuk menghentikan isapan bayi, trik menyelipkan jari tangan ke ujung mulut bayi bisa digunakan.
  • Untuk mengurangi iritasi, ibu sebaiknya membiarkan kolostrum atau ASI mengering di atas kulit payudara dan tidak membersihkannya dengan kain handuk atau lap.
  • Mengompres payudara dengan es setelah menyusui dan menghangatkan payudara sebelum menyusui agar ASI mengalir lebih lancar.
  • Mencoba menggosok puting dengan krim khusus puting, krim vitamin E, krim vitamin A atau D, lanolin murni, atau minyak almond.
  • Untuk mengurangi rasa sakit, sebaiknya puting dikompres dengan kantong teh celup yang hangat-hangat kuku.
  • Jika rasa sakit tidak berkurang, segera hubungi dokter.

2. Payudara bengkak


Payudara biasanya membengkak ketika hampir tiba waktu menyusui atau ketika ASI akan memancar keluar. Hal ini menyebabkan payudara ibu terasa sakit ketika diisap oleh bayi. Kondisi seperti ini biasanya berlangsung beberapa minggu sampai produksi ASI mencukupi kebutuhan bayi. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit akibat payudara yang bengkak.
  • Sebelum menyusui, sebaiknya mandi dulu. Bisa merendam atau mengompres payudara dan mengusapnya dengan air hangat.
  • Untuk mengurangi tekanan ASI, pompa sedikit ASI di antara waktu menyusui.
  • Menyusui bayi dengan berpindah-pindah dari payudara kiri ke kanan. ASI yang mengalir akan mengurangi pembengkakan.
  • Setelah menyusui sebaiknya payudara dikompres dengan es.

Migrain

Migrain atau nyeri kepala sebelah adalah rasa sakit yang dirasakan pada satu bagian kepala sehingga kepala terasa berdenyut. Kadang migrain ini disertai dengan mual dan muntah sehingga bisa mengganggu kegiatan kita.

Berdasarkan penelitian, migrain lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria. Penyakit ini juga banyak diderita oleh orang dewasa pada usia antara 20-50 tahun.

Terkadang gejala migrain memang sulit untuk dibedakan dengan jenis sakit kepala yang lainnya. Sebagai contoh, sakit kepala karena gangguan sinusitis atau karena ketegangan otot leher juga menunjukkan gejala yang hampir sama dengan gejala migrain.

Tanda-Tanda
  1. Sebagian kepala terasa sakit dan berdenyut. Kadang disertai rasa mual dan muntah serta menyerang di pagi hari.
  2. Lebih peka terhadap cahaya, suara, dan bau-bauan yang bisa memacu rasa sakit pada kepalanya.

Penyebab
  1. Penyebab pastinya belum diketahui, tapi ada kemungkinan penyebabnya adalah aktivitas yang berlebih dari impuls listrik pada otak sehingga aliran darah pada otak meningkat. Akibatnya, pembuluh darah otak melebar dan terjadilah peradangan.
  2. Faktor makanan. Migrain dapat terjadi jika kita mengonsumsi makanan tertentu atau bahkan terjadi karena kita belum makan.
  3. Faktor hormonal. Perubahan hormonal yang drastis pada wanita menyebabkan wanita lebih rentan mengalami migrain daripada laki-laki. Masa-masa menjelang haid atau pada saat haid, masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui juga rawan menyebabkan migrain.
  4. Faktor emosional, berupa tekanan emosi seperti stres.
  5. Faktor lingkungan seperti perubahan cuaca atau tekanan udara dan bau yang sangat menyengat, seperti bau asap rokok atau parfum yang berlebihan.
  6. Melihat sinar yang terlalu terang atau pantulan sinar matahari.

Pencegahan
  1. Menghindari konsumsi makanan tertentu yang dapat menyebabkan migrain.
  2. Cukup beristirahat.
  3. Beradaptasi dengan stres dan selalu berpikiran positif.
  4. Berolahraga secara teratur.
  5. Menghindari hal-hal lain yang dapat menyebabkan migrain.

Friday, January 22, 2010

Mual

Setiap orang pasti pernah merasakan mual, baik dari anak kecil hingga orang tua. Mual merupakan rasa tidak enak pada perut yang biasanya berakibat pada muntah sehingga mengeluarkan isi lambung. Kadang-kadang rasa mual tersebut disertai rasa pusing kepala. Mual juga merupakan tanda jika kita keracunan makanan.

Tanda-Tanda
  1. Mulut terasa kering
  2. Perut terasa nyeri dan tidak enak.

Penyebab
  1. Mual disebabkan oleh adanya pengaktifan pusat muntah di otak oleh berbagai pemicunya.
  2. Kehamilan, stres, atau akibat naik kendaraan seperti mobil, pesawat terbang, atau kapal laut.
  3. Meminum obat-obatan tertentu, seperti obat antikanker.
  4. Iritasi lambung, usus, dan kandung empedu.
  5. Masalah psikis.

Pencegahan

  1. Meninggalkan hal-hal yang dapat memicu rasa mual yang mungkin juga mengakibatkan muntah.
  2. Jika berada dalam perjalanan, untuk menghindari mual dan muntah sebaiknya mengonsumsi obat antimabuk perjalanan agar perjalanan menjadi nyaman.
  3. Jika menderita iritasi lambung, usahakan untuk makan tepat waktu agar tidak mengalami mual atau muntah.
  4. Tidak makan sembarangan untuk menghindarkan keracunan.

Multiple Sclerosis (MS)

Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf. Secara fisiologis, kerusakan terjadi pada selubungmielin yang menutupi sel saraf. Hal ini akan menyebabkan pembentukan plak. Penyakit ini juga disebut penyakit demielinisasi saraf.

MS merupakan penyakit yang bersifat progresif dan berfluktuasi, bergantung pada perasaan penderita. Banyak pasien penderita MS yang mengalami kegagalan disabilitas atau sulit bergerak, bahkan pada tingkatan yang parah dapat menyebabkan kematian. Pada wanita, risiko terjadinya MS tiga kali lebih besar dibandingkan pada pria.

Tanda-Tanda

Gejala-gejala MS sangat bervariasi dan setiap penderita memiliki gejalanya sendiri. Meskipun demikian, tetap ada gejala-gejala yang umum yang dialami oleh penderita MS. Berikut ini adalah gejala-gejala tersebut.
  1. Penglihatan berbayang.
  2. Kemampuan berjalan tidak stabil (ataksia).
  3. Otot terasa kaku (spastisitas) dan mengalami kelelahan yang berlebihan. 
  4. Sensitif terhadap udara panas.
  5. Terasa nyeri atau kebas pada salah satu atau lebih anggota tubuh.
  6. Pada kondisi ekstrem (jarang terjadi), muncul gangguan kemampuan berbicara, sulit menelan (disfagia), dan gangguan kemampuan kognitif berupa kehilangan memori jangka pendek.
Penyebab
  1. Penyebab pasti MS belum diketahui, tetapi diduga MS disebabkan oleh faktor genetis yang dipicu oleh faktor lingkungan tertentu.
  2. Ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa MS disebabkan oleh vaksinasi hepatitis B.
Pencegahan

Belum ada metode spesifik yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini, tapi pencegahan sementara bisa dilakukan, misalnya dengan cara menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan.

Cara ini membantu untuk menjaga jaringan-jaringan saraf, sehingga bisa terjaga dengan baik dan tidak akan mengalami demiefinisasi (kerusakan mielin), yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat.

Nipple Discharges (ND)

Nipple discharges adalah keluarnya cairan asing yang berasal dari puting ibu. Kemungkinan terjadinya ND ini bertambah seiring dengan peningkatan umur dan jumlah kehamilan.

Jika cairan asing ini keluar dari puting wanita yang belum hamil atau dari laki-laki, maka hal itu menunjukkan adanya penyakit yang bersarang pada puting payudara karena biasanya hal itu juga disertai dengan perubahan lain yang terjadi pada payudara.

Tanda-Tanda
  1. Keluar cairan melalui puting payudara. Cairan yang keluar dari payudara berubah-ubah warnanya, salah satunya adalah kolostrum yang dianggap sebagai nipple discharge yang normal.
  2. Cairan yang keluar selalu mengalami perubahan warna, konsistensi, dan komposisi cairannya. Hal tersebut terjadi pada kedua payudara.
  3. Nipple discharge yang berbahaya, yaitu keluarnya cairan berupa darah atau nanah dari puting payudara bergantung pada penyebabnya.

Penyebab
  1. Pembengkakan payudara terutama pada wanita yang menyusui.
  2. Trauma pada payudara.
  3. Konsumsi obat-obatan seperti cimetidine, metildopa, metoklopramide, kontrasepsi oral, dan antidepresan.
  4. Adanya prokaktinoma (prolaktin mensekresi tumor dalam otak).
  5. Massa non-kanker yang tumbuh pada saluran susu dalam payudara.

Pencegahan
  1. Jika nipple discharge terjadi karena baru melahirkan atau mulai menyusui bayi, maka hal tersebut tidak dapat dicegah. Akan tetapi, jika cairan yang keluar dari payudara aneh atau tidak wajar, sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter.
  2. Berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya nipple discharge.
  3. Beradaptasi dengan stres dan menjaga konsumsi makanan.
  4. Menjaga kebersihan payudara dengan selalu menggunakan bra yang bersih.