Thursday, January 28, 2010

Endometriosis

Endometriosis merupakan suatu keadaanjaringanyangnormalnyaberada di dinding uterus (endometrium) justru tumbuh di lokasi lain dan menyebabkan rasa sakit, perdarahan yang tidak teratur, dan kemungkinan juga dapat menyebabkan terjadinya infertilitas (mandul).

Pertumbuhan jaringan tersebut biasanya terjadi pada daerah pelvis, di luar uterus, dalam ovarium, usus, rektum, empedu, dan jaringan pembatas halus di pelvis. Namun, jaringan tersebut juga bisa tumbuh di daerah tubuh yang lain.

Tanda-Tanda
  1. Menstruasi disertai rasa sakit yang semakin dengan meningkat.
  2. Kram di bagian pelvis atau rasa sakit di perut bagian bawah yang dirasakan seminggu atau dua minggu sebelum menstruasi.
  3. Merasa sakit di perut bagian bawah selama menstruasi (rasa sakit dan kram rutin dirasakan setiap bulan, bahkan setiap bulan semakin parah).
  4. Merasa sakit ketika melakukan hubungan intim.
  5. Terdapat bercak kecokelatan sebelum menstruasi tiba.
  6. Penderita kemungkinan akan mengalami infertilitas (mandul).



Penyebab

Penyebab utama terjadinya endometriosis masih belum diketahui hingga saat ini, tetapi berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita rentan mengalami endometriosis.
  1. Faktor keturunan. Jika mempunyai ibu atau anggota keluarga lain yang mengalami endometriosis, maka akan berisiko enam kali lebih tinggi untuk mengalami endometriosis daripada mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga yang terkena endometriosis.
  2. Menstruasi pertama kali terjadi pada usia yang masih sangat muda.
  3. Menstruasi yang tidak teratur.
  4. Periode siklus menstruasi yang lama.
  5. Kegagalan sistem imun yang menyebabkan jaringan menstruasi menjadi implant dan tumbuh di tempat lain selain dinding uterus.
  6. Dinding sel di rongga abdominal dapat secara spontan berkembang menjadi endometriosis.
  7. Setiap bulan ovarium memproduksi hormon yang menstimulasi perkembangan dan penebalan dinding uterus. Jika sel endometrial tumbuh di luar uterus atau di tempat lain, maka hal itu akan menjadi masalah karena sel tersebut juga turut merespons stimulasi hormon bulanan tersebut. Mereka turut meluruh bersama dinding uterus ketika siklus menstruasi tiba, tetapi mereka tumbuh lagi bersama dengan penebalan dinding uterus, demikian siklus tersebut berulang terus-menerus.

Pencegahan

Belum ada cara pencegahan yang terbukti dapat mencegah terjadinya endometriosis. Wanita dengan riwayat endometriosis yang turun-temurun, dianjurkan untuk mengonsumsi pi! kontrasepsi sebagai pengobatan untuk mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit ini.

Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah tumor non kanker yang terjadi pada payudara. Fibroadenoma banyak dialami oleh wanita berusia di bawah 30 tahun.

Berdasarkan kajian histologist (jaringan), fibriadenoma terbagi menjadi dua macam, yaitu:
  1. fibroadenoma pericanaliculare, yaitu kelenjar berbentuk bulat dan lonjong yang dilapisi jaringan epitel selapis atau beberapa lapis.
  2. fibroadenoma intracanaliculare, yaitu jaringan ikat yang mengalami proliferasi (berkembang biak, memperbanyak diri, memperkuat, dan memperbesar), sehingga bentuk jaringan menjadi tidak teratur (panjang-panjang) dengan ruang yang sempit atau menghilang.


Saat menjelang haid dan kehamilan, terlihat sedikit pembesaran pada payudara dan pada saat menopause terjadi pengecilan. Hal tersebut terjadi karena sensitivitas jaringan payudara terhadap aktivitas dan jumlah hormon-hormon kewanitaan yang naik-turun. Perlu diketahui juga bahwa wanita berkulit hitam lebih rentan untuk memiliki fibroadenoma pada usia yang lebih muda daripada wanita berkulit putih.

Sampai saat ini penyebab pasti fibroadenoma masih belum diketahui. Akan tetapi, ada kemungkinan penyakit ini disebabkan oleh sensitivitas jaringan terhadap hormon estrogen.

Tanda-Tanda
  1. Terdapat benjolan pada payudara. Benjolan tersebut bisa berpindah-pindah serta tidak terasa sakit Benjolan tersebut bisa terdapat di satu payudara atau dikeduanya.
  2. Ukuran benjolan tersebut bisa bertambah besar selama kehamilan.
  3. Benjolan tersebut akan mengecil setelah menopause (jika tidak menggunakan terapi hormon).
  4. Jaringannya berwarna putih keabu-abuan dan pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih dan kenyal.
  5. Ada bagian yang menonjol ke permukaan dan ada batas yang tegas.
  6. Jika diameter benjolan mencapai 10-15 cm muncul fibroadenoma raksasa.
  7. Pertumbuhannya lambat dan mudah diangkat dengan operasi lokal.

Pencegahan
  1. Melakukan mamografi (pemeriksaan payudara dengan alat khusus).
  2. Menghindari faktor-faktor risiko terjadinya fibriadenoma.
  3. Rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri.
  4. Melakukan pemeriksaan klinis dan melaporkan adanya tanda atau gejala-gejala fibroadenoma kepada ahlinya atau dokter.

Fibrokistik

Fibrokistik juga dikenal sebagai mamary displasia. Hampir sama dengan fibroadenoma, fibrokistik ini merupakan benjolan pada payudara yang sering dialami sebagian besar wanita. Penyakit ini umumnya terjadi pada wanita berusia 25-50 tahun.

Tanda-Tanda
  1. Benjolan ini biasanya bersifat multiple, artinya lebih dari satu, keras, dan teraba oleh jari.
  2. Aktivitas benjolan tersebut mengalami perubahan mengikuti siklus menstruasi.
  3. Sebelum menstruasi tiba, biasanya payudara membesar, dan menghilang seminggu setelah menstruasi selesai.
  4. Benjolan biasanya menghilang setelah wanita memasuki fase menopause.



Penyebab

Penyebab utama fibrokistik hingga saat ini diduga karena siklus hormonal pada wanita. Wanita dengan siklus hormonal yang tidak stabil diduga rentan mengalamifibrokistik.

Pencegahan

Jika mekanisme hormonal dianggap sebagai penyebab utama fibrokistik, maka tidak ada pencegahan yang bisa dilakukan. Namun secara sistemik, pencegahan ketidakstabilan mekanisme hormonal dalam tubuh bisa dibantu distabilkan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan banyak mengandung antioksidan atau fitoestrogen.

Selain melakukan hal tersebut, hal lain yang perlu dilakukan adalah menghindari stres dan melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur.

Fibromyalgia

Fibromyalgia merupakan salah satu sindrom yang menyebabkan rasa nyeri dan rasa kaku pada jaringan lunak, termasuk otot, tendon (jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang), dan ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang).

Rasa nyeri dan kaku ini bisa timbul di seluruh tubuh atau hanya terjadi di daerah tertentu saja. Penyakit ini lebih sering dialami oleh perempuan daripada laki-laki.

Ketegangan emosional dan stres diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya sindrom ini. Meskipun tidak berbahaya, tetapi rasa nyerinya dapat mengganggu aktivitas harian penderitanya.



Tanda-Tanda
  1. Penderita mengalami rasa nyeri dan kaku di bagian persendian maupun otot.
  2. Timbul rasa kaku pada otot, tendon, atau ligamen. Rasa kaku ini biasanya menyerang penderita pada pagi hari.
  3. Sering merasa gelisah dan tidur kurang nyenyak.
  4. Rasa sakit cenderung meluas dan berlangsung lebih dari tiga bulan.
  5. Sering mengeluh mengalami sakit kepala, sindrom iritasi usus besar, dan panggul terasa nyeri.

Penyebab

Hingga saat ini penyebab terjadinya fibromyalgia masih belum dapat diidentifikasi secara jelas. Namun, ada kemungkinan fibromyalgia dipicu oleh beberapa faktor berikut ini.
  1. Stres fisik dan mental.
  2. Kurang tidur.
  3. Cedera atau terkena infeksi tertentu.
  4. Dingin atau terpapar oleh kelembapan yang tinggi.
  5. Menderita rheumatoid arthritis (rematik).

Pencegahan
  1. Menikmati hidup untuk mengurangi stres.
  2. Mencegah stres.
  3. Rutin berolahraga terutama olahraga low impact, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau melakukan latihan peregangan.
  4. Memperbaiki pola tidur dan pola makan.

Flek

Flek yang menempel di wajah bisa membuat wajah terlihat lebih kusam dan tidak segar. Flek merupakan pigmentasi yang berlebihan di beberapa bagian kulit, terutama pada bagian wajah. Umumnya flek terjadi pada wanita yang berusia di atas 30 tahun.

Berdasarkan bentuknya, flek terbagi menjadi dua, yaitu flek besar yang disebut sebagai melasma dan yang berbentuk titik-titik disebut sebagai freckles atau ephelides.

Tanda-Tanda

Muncul bercak cokelat pada wajah baik berupa titik-titik kecil maupun besar.



Penyebab

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya flek pada wajah.
  1. Perubahan hormon (bisa disebabkan karena kehamilan atau penggunaan kontrasepsi).
  2. Pengobatan jangka panjang, seperti penggunaan obat antibiotik, obat antiepilepsi, dan anti peradangan.
  3. Perokok aktif dan sering keluar malam.
  4. Penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri dan asam salisilat.
  5. Faktor genetis atau keturunan.

Pencegahan
  1. Menerapkan pola hidup yang sehat.
  2. Mengonsumsi makanan yang bergizi.
  3. Berolahraga secara teratur dan cukup beristirahat.
  4. Menghindari stres dan sinar matahari langsung.

Gonorrhoea

Gonorrhoea merupakan penyakit kelamin yang lebih dikenal dengan nama sifilis alias raja singa. Gonorrhoea juga disebut sebagai penyakit kencing nanah. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi nomor satu di dunia.

Umumnya penyakit ini lebih banyak diderita oleh laki-laki yang suka berganti-ganti pasangan atau "jajan" dan perempuan biasanya tertular dari laki-laki tersebut. Awalnya penyakit ini banyak ditemui pada para pelaut yang sering melakukan hubungan seks yang tidak aman (bergonta-ganti pasangan dan tidak memakai alat kontrasepsi).

Tanda-Tanda
  1. Gejala mulai muncul dalam waktu 4-20 hari pasca infeksi.
  2. Vagina akan mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan atau abu-abu dan berbusa dalam jumlah yang banyak.
  3. Kadang-kadang disertai dengan perdarahan dan bau tidak sedap.
  4. Terasa gatal pada vulva.
  5. Sering buang air kecil dan terasa sakit ketika buang air kecil.
  6. Terasa tidak nyaman selama berhubungan seksual dan terasa sakit di wilayah perut.

Penyebab
  1. Berhubungan seks dengan penderita gonorrhoea.
  2. Sering berganti-ganti pasangan.
  3. Tidak menggunakan kondom ketika berhubungan seksual.
  4. Infeksi virus Neisseria gonorhoea.


Pencegahan
  1. Setia terhadap pasangan.
  2. Selalu menjaga kebersihan organ kewanitaan.
  3. Berhubungan seks dengan aman (tidak bergonta-ganti pasangan).
  4. Jika aktif secara seksual, pilih-pilihlah pasangan dan gunakan pengaman.
  5. Perkuat daya tahan tubuh dari infeksi dengan olahraga teratur dan makan makanan bergizi agar tidak mudah terkena paparan penyakit.

Hamil

Hamil merupakan anugerah dan keistimewaan yang diberikan Tuhan kepada wanita. Mengalami kehamilan merupakan salah satu di antara perbedaan wanita dengan laki-laki. Selama sembilan bulan pada rahim wanita dititipkan seorang calon manusia baru.

Tanda-Tanda
  1. Terlambat datang bulan atau tidak mengalami haid.
  2. Muncul gejala-gejala mengidam.
  3. Denyut jantung meningkat.

Gangguan yang Menyertai Ibu Hamil
  1. Mual dan muntah.
  2. Sembelit dan wasir.
  3. Anemia.
  4. Bengkak pada tungkai bawah dan kaki.
  5. Gigi sakit.

Perubahan Fisik yang Terjadi pada Ibu Hamil
  1. Berat badan mengalami peningkatan. Umumnya kenaikan berat badan mulai dari waktu hamil sampai melahirkan berkisar 10-30 kilogram dari berat badan normal sebelum hamil. Faktor berat badan ibu akan berpengaruh pada berat badan bayi yang dilahirkan.
  2. Payudara akan membesar dan menegang akibat perubahan hormon yang terjadi selama hamil meskipun ibu belum mengeluarkan air susu. Membesarnya payudara disebabkan oleh pertumbuhan kelenjar susu dan penumpukan lemak di sekitar kelenjar tersebut. Puting ibu juga tampak semakin besar, menghitam, dan lebih menonjol.
  3. Ibu hamil banyak mengeluarkan keringat.
  4. Sering mengantuk.

Hal-hal yang Harus Dilakukan oleh Ibu Hamil
  1. Menjauhi kucing agar terhindar dari bakteri toksoplasma yang bisa menyebabkan terjadinya keguguran.
  2. Kalau sakit dan diharuskan meminum obat, mintalah resep obat yang aman bagi janin. Oleh karena itu, ibu hamil dilarang meminum obat yang dijual bebas di pasaran.
  3. Berolahraga secara teratur agar tubuh tetap bugar dan sehat.
  4. Banyak beristirahat terutama pada bulan-bulan pertama kehamilan.
  5. Memeriksakan diri secara rutin ke dokter kandungan untuk memantau kesehatan ibu dan janinnya.
  6. Menghindari penggunaan sepatu berhak atau bertumit tinggi.
  7. Mengonsumsi makanan yang bergizi untuk sang ibu dan janinnya agar tetap sehat dan bisa melahirkan bayi yang sehat.
  8. Melakukan stimulus pembelajaran untuk bayi dengan cara sering mengajak bayi bercakap-cakap atau memperdengarkan musik atau pengajian kepada bayi.
  9. Ibu hamil harus tenang dan menghindarkan diri dari stres.
  10. Banyak berkomunikasi dengan suami tentang perasaan atau tentang banyak hal.