Sunday, April 4, 2010

Internet Dapat Mencegah Pikun.

Ini adalah berita gembira bagi para netters dan bloggers pada umumnya sekaligus bagi para lanjut usia ( lansia ) khususnya.

Karena dengan mengakses internet, kita tidak hanya dapat mengetahui informasi tetapi dengan surfing di dunia maya ini, dapat membantu untuk memperbaiki dan melatih fungsi otak.

Dan ini, khususnya bagi lansia, dapat mencegah pikun (dementia) yang seringkali mengancam orang lanjut usia, karena dengan mengakses internet berarti kita sudah melakukan atau melibatkan otak dalam sebuah aktivitas yang cukup rumit sehingga fungsi otak tetap dapat dipertahankan.

Dengan surfing di internet, ibaratnya kita seperti membaca sebuah buku, sehingga bagian otak yang berfungsi untuk pengendalian bahasa, pengendalian daya ingat dan daya visual akan ikut bekerja, bahkan menambahkan aktivitas tambahan bagi otak yaitu untuk pengendalian keputusan dan pertimbangan.

Ini yang membedakannya dengan membaca, karena bila kita surfing di internet maka kita akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan informasi yang harus kita pilih atau kita klik, dengan adanya keputusan yang harus dibuat inilah aktivitas bagian otak untuk pembuatan keputusan dan pertimbangan akan terus diasah.

Nah, bila lansia sering2 mencari informasi di internet akan menghambat sejumlah proses penuaan pada otak seperti pengurangan atau penciutan aktivitas sel otak dan akan membuat orang tua ini tetap segar ingatannya.

Ada juga beberapa kegiatan lain yang disinyalir dapat juga mencegah dementia/pikun yaitu bermain puzzle, bermain musik, main catur dan juga harus dibantu dengan menjaga makanan dengan gizi yang seimbang dan tidak lupa pula dengan olah raga yang teratur.

Saturday, April 3, 2010

Buy Cars Online.

Buying a car is definitely a significant choice intended for mid type people. Folks consider your very own nice moment for you to determine about auto usate milano soon after for persistence.

In reality choice for you to obtain vehicles must be used using good care. Right now days there are lots of sites which aid men and women invest in a car or truck using their own intensive data about automobiles obtainable in Italia currently. They've a lot of products about their own website for you to acquire customers. In addition they acquire town particular data such as specifics related to automobiles as well as motors.

An additional problem regarding many men and women would be to determine related to obtaining a 2nd hand auto as well as heading regarding a brand new automobile. There's a large utilized car or truck industry in Italia nowadays. Plenty of wealthy folks obtain brand new vehicles and also market automobiles following utilizing consumers regarding just couple of several weeks. It truly is frequently mentioned which in case your are proceeding for the very first car or truck it's greater for you to proceed regarding a utilized car or truck. By doing this, you'll be able to market that vendita auto usate after use any time in case your are uninterested with all the car or truck as well as you really feel how the efficiency with the automobile finds significantly to become preferred.

While you've made the decision for you to invest in a automobile perform appropriate study related to it. Appear in the competion prior to zeroing on the specific vehicle for you to acquire. Today a time, right after starting up in the Italia financial system all of the main vehicle firms with the globe are in Italia using their own ideal of items. If you're considering related to a compro auto usate definitely consider its competitors. Should you be contemplating a newly released automobile next definitely appear at several earlier presented autos. Definitely perform suitable study about costs and also functions with the motors. Make sure to complete town distinct analysis definitely, such as in case you are residing within the National Capital Area (NCR) next perform appropriate analysis about buying a car. It is greater to accomplish very good analysis and also arrive up using a great engine compared to for you to purchase vehicles in haste and also repent later on.

Saturday, February 6, 2010

AIDS

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah suatu sindrom “serbuan” penyakit-penyakit terhadap tubuh akibat menurunnya sistem kekebalan. AIDS disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

AIDS merupakan kelanjutan dari HIV pada tingkatan yang lebih parah dan berbahaya. Lemahnya sistem imun pada tubuh penderita AIDS membuatnya rentan mengalami infeksi oportunistik.

Infeksi oportunistik adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh organisme dengan mencari kesempatan untuk menyerang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang buruk. Beberapa contoh di antaranya kanker, pneumonia (PCP), sarkoma kaposi, penurunan berat badan yang drastis, gangguan daya ingat, dan tuberkulosis (TBC).



Virus itu sebenarnya tidak menyebabkan kematian. Kematian utamanya terjadi akibat infeksi oportunistik karena kekebalan tubuh yang rendah. HIV secara perlahan menurunkan sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh (CD4) dari tingkat CD4 normal sebesar 1000. Selama 5-7 tahun jumlah CD4 akan terus menurun hingga mencapai di bawah 200 dan menimbulkan gejala.

Tanda-Tanda
Setelah seseorang terinfeksi HIV, virus tersebut akan bersembunyi dalam sel darah putih, terutama sel-sel limfosit 14. Ada tiga fase infeksi virus HIV yang akan terjadi dalam tubuh penderita yaitu sebagai berikut.

Fase 1.
Pada tahap awal infeksi HIV biasanya tidak terlihat gejala. Seseorang dapat mengidap HIV selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya. Tes darah akan menunjukkan antibodi setelah virus terbentuk dalam melawan virus AIDS. Akan tetapi, itu pun memerlukan waktu hingga tiga bulan sebelum antibodi terbentuk. Artinya, bila seseorang melakukan tes darah segera setelah ia melakukan hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS, misalnya, virus belum akan terlihat hingga tiga bulan mendatang.

Fase 2.
Penderita akan mengalami sakit yang tidak terlalu parah. Pada tahap ini virus berkembang dalam sel darah putih dan menghancurkannya. Saat hampir semua sel dihancurkan, sistem kekebalan tubuh juga ikut hancur, dan tubuh juga menjadi lemah. Beberapa gejala yang mungkin akan terlihat di antaranya adalah penderita mulai merasa lelah dan berat badan menurun. Ada kemungkinan mereka juga akan mengalami batuk, diare, demam, atau berkeringat di malam hari.

Fase 3.
Gejala penyakit sudah semakin parah karena virus HIV hampir menghancurkan seluruh sistem kekebalan tubuh. Tubuh akan mengalami kesulitan, bahkan tidak mampu lagi untuk melawan bakteri. Inilah fase seseorang mengidap AIDS. Selain itu, penderita juga dapat terkena sejenis kanker yang disebut sarkoma Kaposi (kanker pembuluh darah). Padaumumnya, AIDS tidak akan membunuh penderitanya, tetapi infeksi penyakit lain dan kankerlah yang melakukannya. Pengidap HIV/AIDS yang terkena flu akan lebih terancam jiwanya, dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengidap HIV/AIDS.

Faktor Pemicu Penularan
  1. Berhubungan intim dengan penderita HIV atau orang yang tidak diketahui terkena HIV.
  2. Berganti-ganti pasangan.
  3. Berhubungan intim dengan pekerja seks.
  4. Berbagi jarum suntik, baik penggunaan jarum secara bersamaan untuk penindikan, pemakaian narkoba, atau membuat tato.
  5. Korban kekerasan seksual, misalnya akibat diperkosa oleh penderita HIV.
  6. Mengalami penyakit menular seksual lainnya seperti herpes, chlamydia, gonorrhea, trichomoniasis, atau hepatitis.
  7. Ibu yang mengalami HIV rentan menularkan HIV pada anak yang dikandung.

Pencegahan
  1. Tetap setia pada pasangan, tidak berganti-ganti pasangan.
  2. Mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. HIV yang ditularkan ibu kepada anaknya terjadi saat kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Jika seorang wanita hamil yang terinfeksi HIV mendapatkan pengobatan antivirus sejak dini dan secara teratur selama kehamilannya, kemungkinan penularan HIV pada bayi yang dikandung akan berkurang drastis. Tidak semua bayi yang dilahirkan dari ibu yang positif HIV akan tertular HIV juga. Jika 100 ibu yang terinfeksi HIV masing-masing melahirkan satu bayi, rata-rata 30 bayi akan tertular HIV. Rata-rata virus akan ditularkan pada 5 bayi selama kehamilan, 15 lagi pada saat persalinan, dan 10 bayi melalui ASI. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap wanita hamil untuk mengetahui apakah dirinya positif HIV atau tidak (terutama bagi mereka yang hidupnya berisiko tinggi untuk terkena HIV/AIDS). Pemeriksaan dini sangat penting, untuk mengurangi risiko bayinya tertular HIV/AIDS dari ibunya.
  3. Konseling merupakan komponen penting dari penanggulangan epidemi AlDS. Orang yang terinfeksi atau terpengaruh oleh HIV, memerlukan informasi, saran, dan dukungan untuk mengatasi keadaannya. Lebih jauh lagi, konseling individual mengenai cara memerhatikan dan merawat diri serta orang lain, dapat membantu mencegah terjadinya penyebaran HIV/AIDS.
  4. Melakukan tes mandiri jika melakukan hubungan seks secara aktif dan berganti-ganti pasangan.

Alergi

Alergi adalah gejala klinik berupa rasa gatal, kemerahan dikulit, bintik-bintik kecil merata diseluruh tubuh ataupun bentol-bentol yang luas dengan permukaan yang lebih tinggi dari kulit sekitar, yang timbul setelah seseorang memakan sesuatu makanan ataupun bersentuhan dengan suatu bahan tertentu.

Alergi bisa disebabkan oleh makanan dan juga berbagai zat penyebab lainnya seperti cuaca, debu, dan sebagainya. Alergi yang disebabkan oleh makanan atau penyebab lainnya dapat memacu sistem kekebalan tubuh untuk melawannya dan memproduksi histomin (senyawa jenis amin yang terlibat dalam tanggapan imun lokal, selain itu senyawa ini juga berperan dalam pengaturan fungsi fisiologis di lambung dan sebagai neurotransmitter) dan zat kimia lain di dalam tubuh.

Inilah yang akhirnya menimbulkan penolakan tubuh, berupa hidung berair, mata yang gatal, tenggorokan kering, gatal-gatal dan ruam kemerahan pada kulit, mual, dan diare.



Tanda-Tanda
  1. Kulit terasa gatal, baik gatal dalam taraf ringan ataupun berat. Selain gatal, kulit juga mengalami eksim, ruam kemerahan, atau biduran.
  2. Bibir menebal, muka dan bagian tubuh lainnya tampak bengkak.
  3. Bersin-bersin, sulit bernapas, dan hidung berair.
  4. Sakit perut, diare, mual, dan muntah.
  5. Sakit kepala dan mata berkunang-kunang.
  6. Detak jantung kencang, terjadi syok, penurunan tekanan darah yang parah, dan kehilangan kesadaran.

Penyebab

Penyebab alergi pada setiap orang berbeda-beda, tetapi reaksi yang ditimbulkan oleh alergi tersebut relatif sama. Berikut ini adalah beberapa penyebab alergi.
  1. Makanan. Biasanya makanan yang dapat menyebabkan alergi adalah makanan yang mengandung protein tinggi, seperti susu sapi, putih telur, kacang tanah, terigu, kacang kedelai, ikan, jagung, buncis, udang, cumi-cumi, kerang-kerangan, dan lain-lain.
  2. Debu dan bulu binatang.
  3. Hawa dingin atau panas.
  4. Formalin.
  5. Serbuk bunga.
  6. Jamur.
  7. Obat-obatan tertentu.

Pencegahan
  1. Untuk alergi yang bersifat bawaan atau keturunan biasanya tidak bisa dicegah.
  2. Untuk alergi dengan penyebab umum, seperti debu atau makanan, bisa dicegah dengan menjauhi penyebab alergi tersebut.
  3. Menggunakan masker bagi mereka yang alergi debu atau serbuk bunga.
  4. Menjaga kebersihan tempat tinggal, rumah atau kantor.
  5. Memperkuat sistem imun tubuh kita dengan banyak mengonsumsi makanan yang berantioksidan tinggi, seperti sayur dan buah-buahan.

Alzheimer

Alzheimer adalah jenis penyakit yang membuat daya kerja otak manusia menurun, sampai pada suatu tingkattertentu akan membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir dengan jernih dan mengendalikan apa pun yang hendak diperbuatnya.

Alzheimer biasa terjadi pada orang-orang lansia. Alzheimer merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami kepikunan. Ada berbagai hal yangmenyebabkan terjadinya kepikunan ini, tetapi masih belum diungkapkan secara jelas penyebab terjadinya Alzheimer atau demensia pada orang tua ini.

Tanda-Tanda
  1. Kehilangan memori atau cepat lupa.
  2. Hilangnya kemampuan berkomunikasi.
  3. Kehilangan kemampuan atau kapabilitas fisiknya.



Penyebab
  1. Tingginya kadar alumunium dalam jaringan otak.
  2. Tingginya kadar tembaga, zat besi, dan seng dalam jaringan otak. Unsur-unsur logam tersebut diasumsikan sebagai katalisator (zat pemercepat reaksi) yang mempercepat terjadinya penyakit ini karena meningkatkan stres oksidatif pada sel.
  3. Adanya penumpukan sampah metabolisme, berupa radikal bebas yang dihasilkan sel otak pada sel otak itu sendiri, dapat mengganggu produksi energi sehingga produksinya menurun. Selain itu, radikal bebas yang dihasilkan oleh sel juga dapat menyerang saraf sehingga membuat kemampuan komunikasi sel menjadi berkurang. Pada otak yang rentan, pukulan radikal bebas dapat menghancurkan saraf dan berujung pada kepikunan.
  4. Ada satu hipotesis yang menyatakan kepikunan memiliki keterkaitan baik secara langsung ataupun tidak dengan hiperhomosisteinemia pada lansia. Hiperhomosfsteinemia adalah kadar homosistein yang berlebih dalam darah. Hiperhomosisteinemia ini berkaitan dengan rendahnya konsentrasi asam folat, vitamin B12, dan vitamin B6.
  5. Sebagaimana diketahui bahwa karbohidrat, protein, dan lemak merupakan komponen gizi yang berperan sebagai makanan otak. Akan tetapi, optimalisasi perannya perlu ditunjangdengan vitamin dan mineral yang berfungsi untuk mengoptimalkan metabolisme komponen gizi tersebut. Sementara kita juga memahami bahwa proses penuaan juga berkaitan dengan menurunnya kemampuan daya cerna.
  6. Kurang berolahraga dan melatih otak.

Pencegahan
  1. Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya antioksidan.
  2. Teratur berolahraga.
  3. Banyak melatih otak dengan cara membaca, berpikir, atau aktivitas otak lainnya.
  4. Bersosialisasi dengan cara membentuk atau bergabung dengan suatu kelompok.
  5. Banyak mengonsumsi ikan yang mengandung omega 3 dan omega 6.
  6. Menghindari lemak yang jahat, lemak jenuh, atau makanan cepat saji yang tinggi lemak dan natrium.
  7. Menjaga keseimbangan berat badan.

Ambeien

Ambeien adalah pembengkakan pada dinding anus baik terjadi di luar atau di dalam anus. Sebagai deteksi awal, untuk dinding anus bagian luar dapat kita pegang. Untuk anus bagian dalam, kita dapat menyentuhnya dengan memasukkan jari ke dalam lubang anus.

Tanda-Tanda
  1. Terjadi pembengkakan pada dinding anus bagian luar atau bagian dalam.
  2. Jika buang air besar, terasa sakit.
  3. Awalnya dimulai dengan kesulitan buang air besar.



Penyebab
  1. Faktor keturunan. Anakyang lahir dari orangtua yang menderita ambeien lebih rentan mengalami ambeien daripada yang tidak.
  2. Kurang mengonsumsi buah-buahan dan makanan berserat.
  3. Banyak mengonsumsi makanan pedas.
  4. Terlalu banyak duduk.
  5. Kurang berolahraga.

Pencegahan
  1. Banyak mengonsumsi makanan yang berserat, seperti buah-buahan dan sayuran untuk memperlancar buang air besar.
  2. Mengurangi konsumsi makanan berlemak atau yang terlalu pedas.
  3. Banyak minum air untuk memperlancar pergerakan makanan dalam usus.
  4. Melakukan aktivitas fisik secara teratur juga dapat memperlancar pergerakan usus, sehingga membantu dalam melancarkan buang air besar.

Friday, February 5, 2010

Amenorrhea

Amenorrhea adalah gangguan dalam sistem reproduksi wanita, sehingga membuatnya tidak mengalami menstruasi secara rutin setiap bulannya. Amenorrhea terbagi menjadi dua jenis, yaitu amenorrhea primer dan sekunder.

Pada amenorrhea primer, menstruasi sama sekali tidak terjadi. Padahal normalnya seorang remaja putri mengalami menstruasi yang pertama kali (menarche) pada usia 9-18 tahun. Seorang remaja putri akan divonis mengalami amenonhea primer jika pada usia lebih dari 16 tahun masih belum juga mengalami menstruasi.

Adapun amenorrheo sekunder terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami menstruasi, tetapi kemudian siklus tersebut berhenti tanpa alasan yang diketahuinya.

Tanda-Tanda

Siklus menstruasi terhenti baik secara langsung maupun bertahap.

Penyebab
  1. Penurunan berat badan secara drastis (akibat kemiskinan, diet yang salah, anoreksia nervosa, bulimia nervosa, aktivitas fisik yang sangat berat dan penyebab lainnya).
  2. Obesitas yang ekstrem.
  3. Penyakit kronis yang diderita dalam jangka waktu yang lama.
  4. Abnormalitas organ genital wanita (tidak adanya uterus, vagina, septum vagina, stenosis servikal, dan selaput dara yang terlalu tebal).
  5. Tubuh mengalami kelainan seperti hipoglikemia (kadar gula darah secara abnormal rendah), hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), hipertiroidisme (kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan), cystic fibrosis (penyakit yang diturunkan atau diwariskan dari kelenjar-kelenjar lendir dan keringat), atau cushing’s disease (kadar kortikosteroid berlebihan).
  6. Wanita yang pernah mengalami kelainan penyakit polikistik ovarium mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit Amenorrhea.
  7. Adanya penyakit akibat kelainan kromosom seperti Sindrom Turner atau Sindrom Sawyer.
  8. Kadar hormone prolaktin di dalam tubuh cukup tinggi (hiperprolaktinemia).
  9. Kehamilan.
  10. Stres.
  11. Ketidakseimbangan mekanisme sistem hormon reproduksi wanita.

Pencegahan
  1. Jika amenorrhea terjadi karena penyakit bawaan seperti Sindrom Turner dan Sindrom Sawyer atau karena abnormalitas organ genital, maka penyakit ini tidak dapat dicegah.
  2. Menjaga keseimbangan berat badan agar tidak terlalu gemuk (obesitas) atau terlalu kurus.
  3. Melakukan pola hidup yang sehat baik dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat, melakukan olahraga secara teratur, dan hidup dengan bahagia.
  4. Jauhi penyebab stres.